Rabu, 26 Desember 2012


KARYA TULIS
PEMANFAATAN PANDAN WANGI SEBAGAI SHAMPO ANTIKETOMBE



Disusun Oleh:
MADE ALGO ELLAIS FIRLANDO



SMA LENTERA HARAPAN BANJAR AGUNG
T.A 2012/2013

Karya tulis yang berjudul “Pemanfaatan Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius) Sebagai Shampo Antiketombe” telah disahkan pada:
           
            Hari                 : Senin
            Tanggal           : 1 Oktober 2012
            Tempat            : SLH Banjar Agung

Penguji,                                                                  Guru Pembimbing,



Ferdi Simanungkalit, S. Th                                     Purnamasari Tarigan, S. Pd

                                                                       



Mengetahui,
Kepala Sekolah Lentera Harapan



Haryo Pamungkas, S.T.



PERSEMBAHAN
Karya tulis ini, penulis persembahkan kepada:
1.      Orang tua tercinta, yang telah memberikan dukungan moril maupun materil
2.      Haryo Pamungkas S.T, sebagai kepala sekolah SMA Lentera Harapan
3.      Purnamasari Tarigan S, S.Pd, sebagai guru pembimbing
4.      Santiana Silaban, S.Pd, sebagai wali kelas XII IPA
5.      Guru-guru dan Teman-teman yang telah membantu dan memberikan semangat kepada penulis.













Ø  Jangan menunda sesuatu pekerjaan yang sudah diberikan tanggung jawab
Ø  Hidup itu untuk berbagi kepada sesama


Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yanng Maha Kuasa, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan karya tulis ini. Karya tulis yang berjudul “Pemanfaatan Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius) Sebagai Shampo Antiketombe” dalam hal ini membahas tentang. Penulis berharap karya tulis ini bisa bermanfaat dan dapat membantu menambah pengetahuan setiap pembacanya.
Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada:
  1. Haryo Pamungkas S.T, selaku Kepala sekolah SMA Lentera Harapan Banjar Agung
  2. Purnamasari Tarigan S, S.Pd, sebagai guru pembimbing
  3. Yohanes Tri Cahyadi, S.Pd, sebagai guru bidang studi Bahasa Indonesia
  4. Santiana Silaban, S. Pd, sebagai wali kelas XII IPA
  5. Guru-guru dan teman-teman yang telah membantu dalam menyelesaikan karya tulis ini.
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu Penulis mohon kritik dan saran yang bersifat membangun agar karya tulis ini bisa lebih baik.



Banjar Agung,   September 2012

Penulis


MANFAAT PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius) SEBAGAI SAMPO ANTIKETOMBE
Oleh:  Made Algo Ellais Firlando
Pandan wangi adalah jenis tumbuhan monokotil yang memiliki daun beraroma wangi yang khas. Daunnya merupakan komponen penting dalam tradisi masakan Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya karena digunakan sebagai penyedap masakan utama.
Dalam karya tulis ini, dibahas mengenai bagaimana cara pemanfaatan pandan wangi untuk menghilangkan ketombe. Tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari cara pemanfaatan pandan wangi sebagai sampo antiketombe. Metode yang digunakan penulis dalam karya tulis ini adalah dengan melakukan studi pustaka.
Kesimpulan yang diperoleh dari karya tulis ini adalah daun pandan wangi mengandung zat alkaloida, saponin, flavonoida, tannin, polifenol, dan zat warna. Sehingga pandan wangi bermanfaat sebagai shampo antiketombe.
Langkah-langkah membuat shampo pandan wangi anti ketombe hanya memerlukan 7 lembar daun pandan wangi, air, cobek atau blender, pisau dan saringan. Pertama, siapkan tujuh lembar daun pandan berukuran 30 cm – 50 cm lalu cuci sampai bersih, lalu haluskan daun pandan tersebut sampai hanya tersisa serat- seratnya saja menggunakan cobek,tambahkan air 50 mL, selanjutnya ambil sari daun pandan menggunakan saringan lalu oleskan ke seluruh kulit kepala.
Shampo pandan wangi tidak memiliki pengaruh negatif terhadap kesehatan kulit kepala karena dibuat tanpa ada bahan kimia atau campuran bahan lain. Oleh karena itu, pandan wangi sangat dianjurkan bagi orang yang memiliki masalah ketombe.








DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL................................................................................................ i
PENGESAHAN....................................................................................................... ii
PERSEMBAHAN................................................................................................... iii
MOTTO.................................................................................................................. iv
KATA PENGANTAR............................................................................................. v
ABSTRAK.............................................................................................................. vi
DAFTAR ISI......................................................................................................... vii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.............................................................................................. 1
1.2 Batasan Masalah........................................................................................... 2
1.3 Rumusan Masalah........................................................................................ 2
1.4 Tujuan.......................................................................................................... 2
1.5 Manfaat........................................................................................................ 2
BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1 Pandan Wangi .............................................................................................. 4
2.2 Klasifikasi Pandan Wangi............................................................................. 4
2.3 ketombe........................................................................................................ 4
2.4 Penyebab Ketombe....................................................................................... 5
2.4.1 Kulit Kepala Terlalu Berminyak.......................................................... 5
2.4.2 Adanya Jamur..................................................................................... 5
2.4.3 Strees................................................................................................... 5
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian......................................................................................... 7
3.2 Sumber Data................................................................................................. 7
3.3 Teknik Pengumpulan Data............................................................................ 8
BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Manfaat Tanaman Pandan Wangi................................................................. 9
4.2 Langkah-langkah Pembuatan Shampo Antiketombe Pandan Wangi............. 9
4.3 Pengaruh Negatif Penggunaan Pandan Wangi Sebagai Shampo Antiketombe 10
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan................................................................................................ 11
5.2 Saran.......................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................ 12


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rambut adalah organ yang terdapat di bagian kepala manusia. Fungsi utama rambut adalah untuk melindungi kulit kepala dari sinar matahari. Selain itu, rambut juga sangat berpengaruh pada penampilan fisik seseorang. Seorang wanita yang mencukur habis rambutnya (botak) akan sangat berbeda penampilannya dengan wanita yang memiliki rambut yang panjang dan lebat.
Semua manusia terlahir dengan memiliki rambut baik pria atau wanita. Perbedaanya, pria identik dengan rambut yang pendek sedangkan wanita identik dengan rambut yang panjang sehingga terlihat indah. Jenis-jenis rambut ada yang keriting, bergelombang dan lurus sehingga dapat dibentuk dengan berbagai cara untuk memperlengkapi penampilan fisik.
Oleh karena itu, rambut harus dijaga kesehatannya agar tidak rusak dan rontok. Salah satu penyebab kerusakan dan rontoknya rambut adalah ketombe. Ketombe pada rambut dapat timbul akibat dari kotoran yang bersatu dengan minyak yang dihasilkan oleh kulit kepala. Hal ini dapat menyebabkan kulit kepala terasa gatal.
Rambut indah tanpa ketombe merupakan rambut yang diinginkan setiap orang. Namun, rambut seperti itu hanya sedikit saja orang yang memilikinya. Berbagai usaha dilakukan untuk mendapatkan rambut indah tanpa ketombe antara lain dengan menggunakan sampo yang bagus. Namun, banyak di antara sampo yang bagus tersebut mengandung zat kimia yang tidak baik bagi kesehatan rambut.
Pandan wangi adalah salah satu jenis tanaman yang sering tumbuh di kebun atau di ladang. Tanaman ini banyak dibudidayakan karena mudah tumbuh. Fungsi dari tanaman ini biasanya digunakan sebagai bahan penyedap makanan. Namun, diketahui juga pandan wangi dapat berpengaruh dalam kesehatan rambut yaitu sebagai shampo antiketombe.

1.2 Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penelitian ini adalah:
a.       Manfaat tanaman pandan wangi.
b.      Langkah-langkah pembuatan shampo antiketombe pandan wangi.
c.       Pengaruh negatif penggunaan pandan wangi sebagai shampo antiketombe.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
a.       Apa saja manfaat tanaman pandan wangi?
b.      Bagaimana langkah-langkah pembuatan shampo antiketombe pandan wangi?
c.       Pengaruh negatif apa yang ditemukan dalam penggunaan pandan wangi sebagai shampo antiketombe?

1.4 Tujuan

Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk:
a.       Untuk mengetahui manfaat tanaman pandan wangi
b.      Untuk mengetahui langkah-langkah pembuatan shampo antiketombe pandan wangi.
c.       Untuk mengetahui pengaruh negatif yang ditemukan dalam penggunaan pandan wangi sebagai shampo antiketombe.

1.5 Manfaat

Manfaat yang penulis harapkan melalui penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut:
a.       Bagi penulis, untuk menambah ilmu dan pengetahuan yang tidak didapatkan di bangku sekolah.
b.      Bagi pembaca, mempelajari dan memahami tentang kelebihan pandan wangi sehingga dipandang perlu untuk dikembangkan,
c.       Bagi siswa, untuk menambah ilmu yang belum diketahui selama di bangku sekolah.
d.      Bagi guru, sebagai sumber informasi yang dapat diajarkan kepada siswa.



KAJIAN PUSTAKA
Pandan wangi adalah jenis tumbuhan monokotil yang memiliki daun beraroma wangi yang khas. Daunnya merupakan komponen penting dalam tradisi masakan Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya karena digunakan sebagai penyedap masakan utama (http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pandan_wangi).
Pandan wangi tumbuh di daerah tropis dan banyak ditanam di halaman atau di kebun-kebun. Pandan kadang tumbuh liar di tepi sungai, tepi rawa, dan di tempat-tempat yang agak lembab.
Pandan wangi selain sebagai rempah-rempah juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak wangi. Daunnya yang harum kalau diremas atau diiris-iris, sering digunakan sebagai bahan penyedap, pewangi, dan pemberi warna hijau pada masakan atau penganan (Dalimartha, 2005, hal. 23).

2.2 Klasifikasi Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius)
Kingdom         :           Plantae
Divisi               :           Magnoliophyta
Kelas               :           Liliopsida
Ordo                :           Pandanales
Famili              :           Pandanaceae
Genus              :           Pandanus
Spesies             :           Pandanus amaryllifolius
(Sumber : http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pandan_wangi)

2.3 Ketombe
Ketombe merupakan fenomena yang alami yang muncul pada semua orang. Tapi memang segala hal kalau berlebihan akan menjadi masalah. Sama halnya dengan ketombe. Masalah terjadi apabila sel kulit mati yang jatuh melebihi ukuran normal.
Penyakit kulit yang paling umum terjadi inilah yang biasa disebut ketombe. Ketombe muncul karena kecepatan pergantian sel kulit lebih cepat daripada laju normalnya.
Ketombe makin parah saat banyak mikroorganisme seperti jamur menempel sehingga kepala jadi gatal. Jika jumlah ketombe basah yang lengket makin banyak, pori-pori akan tersumbat sehingga rambut bisa rontok (Young, 2005, Hal 128).

2.4 Penyebab Ketombe
Penyebab ketombe antara lain ialah :
2.4.1        Kulit Kepala Terlalu Berminyak
Sebagian orang berpikir bahwa kulit kepala yang kering akan lebih rentan terkena ketombe, namun sebenarnya justru kulit kepala yang berminyak yang rentan terhadap ketombe.

Setiap orang memiliki jamur yang di kulit kepala yang dikenal dengan nama Malassezia. Jamur ini berfungsi mencerna minyak di kulit kepala. Jika jumlah jamur di kulit kepala normal, maka akan baik-baik saja. Namun adakalanya jumlah jamur meningkat tidak terduga sehingga mengakibatkan tingginya pergantian sel kulit, penyebabnya adalah kulit kepala yang terlalu lembab. Munculnya sel-sel kulit mati yang berlebihan akan mengakibatkan penumpukan dan terbentuknya ketombe.

Tingkat stress yang tinggi dapat membahayakan fungsi normal seluruh tubuh, termasuk kulit kepala, sehingga bisa menyebabkan munculnya ketombe. (http://oketips.com/9448/tips-rambut-sehat-ketahui-5-faktor -penyebab-ketombe/)











BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Metode penelitian adalah cara-cara berpikir dan berbuat yang dipersiapkan dengan baik-baik untuk mengadakan penelitian, dan untuk mencapai suatu tujuan penelitian, sedangkan metodologi adalah ajaran tentang metode-metode. Dalam hal ini metode penelitian yang digunakan penulis adalah kajian pustaka (http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2236640-pengertian-metode-penelitian/).
Kajian pustaka adalah kajian hasil penelitian yang relevan dengan permasalahan dan berfungsi mengemukakan secara sistematis tentang hasil penelitian yang diperoleh terdahulu dan ada hubungannya dengan penelitian yang dilakukan (http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2230513-contoh-kajian-pustaka-skripsi).

3.2 Sumber Data

Data-data yang digunakan penulis dalam proses kaji pustaka pada penulisan karya tulis ini bersumber dari buku dan data internet.
1. Buku
Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan dan gambar (http://id.m.wikipedia.org/wiki/buku).
Dalam hal ini buku-buku yang penulis gunakan adalah “Buku Pengetahuan Paling Jorok Sedunia“ dan ”Tanaman Obat di Sekitar Lingkungan”.
2. Data Internet
Internet adalah jaringan komputer diseluruh penjuru dunia yang saling terhubung satu sama lain dengan menggunakan standar internet protocol suite (TCP/IP) sehingga antara komputer dapat dapat saling mengakses informasi dan bertukar data
(http://www.weblog.web.id/2012/08/pengertian-internet-jaringan-komputer.html?m=1).

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam karya tulis ini adalah studi pustaka yang dilakukan dengan cara membaca berbagai buku tentang pandan wangi serta mencari berbagai informasi di internet.























PEMBAHASAN

4.1 Manfaat Tanaman Pandan Wangi

Pandan wangi tumbuh di daerah tropis dan banyak ditanam di halaman atau di kebun. Pandan wangi kadang tumbuh liar di tepi sungai, tepi rawa, dan di tempat-tempat yang sedikit lembab, tumbuh subur dari daerah pantai sampai daerah dengan ketinggian 500 m. pandan wangi selain sebagai rempah-rempah juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak wangi. Daunnya harum kalau diremas atau diiris-iris, sering digunakan sebagai bahan penyedap, pewangi dan pemberi warna hijau pada masakan. Tanaman pandan wangi dapat menghilangkan ketombe karena pandan wangi mengandung zat alkaloida, saponin, flavonoida, tannin, dan polifenol. (https://tanamanobattradisionalku.wordpress.com/2012/05/12/daun-pandan-wangi-mengobati-lemah-saraf/).

4.2 Langkah-langkah Pembuatan Shampo Antiketombe Pandan Wangi

Sebelum membuat sampo pandan wangi, terlebih dahulu menyiapkan bahan-bahan dan alat-alat yang diperlukan. Adapun bahan-bahan yang diperlukan sebagai berikut :
a.  Tujuh  lembar daun pandan  berukuran 30 cm – 50cm
b. Air sebanyak 50 mL
Sedangkan alat-alat yang diperlukan sebagai berikut :
a. Cobek atau blender
b. Pisau
c. Saringan
`           Berikut merupakan cara membuat sampo pandan wangi untuk satu kali pemakaian tanpa menggunakan blender sebagai berikut:
a.  Siapkan tujuh lembar daun pandan berukuran 30 cm – 50 cm lalu cuci sampai bersih,
b. Haluskan daun pandan tersebut sampai hanya tersisa serat- seratnya saja menggunakan cobek,
c.  Tambahkan air 50 mL,
d. Ambil sari daun pandan menggunakan saringan.
Sedangkan cara membuat sampo pandan wangi satu kali pemakaian menggunakan blender  sebagai berikut:
a.  Siapkan tujuh lembar daun pandan berukuran 30 cm – 50 cm lalu cuci sampai bersih,
b.  Potong daun- daun pandan tersebut menjadi bagian kecil-kecil,
c.  Masukkan dalam blender, tambah air 50 mL,
d. Blenderlah,
e.  Saring ampasnya.
Sampo pandan wangi ini mudah dipakai, adapaun cara pemakaiannya ialah:
a.       Usapkan sampo pandan wangi ke seluruh kulit kepala.
b.      Tunggu lima menit (tidak perlu dipijat – pijat)
c.       Bilas sampai bersih

4.3 Pengaruh Negatif Penggunaan Pandan Wangi Sebagai Shampo Antiketombe

Pembuatan shampo dari pandan wangi tidak menggunakan bahan kimia atau bahan campuran bahan lain sehingga sesuai dengan sifat asli tanaman yang alami. Oleh karena itu tidak ada pengaruh negatif yang signifikan terhadap kesehatan terutama rambut dan kulit kepala.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN
Daun pandan wangi mengandung zat alkaloida, saponin, flavonoida, tannin, polifenol untuk menghilangkan ketombe. Sehingga pandan wangi bermanfaat sebagai shampo antiketombe.
Langkah-langkah membuat shampo pandan wangi antiketombe hanya memerlukan 7 lembar daun pandan wangi, air, cobek atau blender, pisau dan saringan. Pertama, siapkan tujuh lembar daun pandan berukuran 30 cm – 50 cm lalu cuci sampai bersih, lalu haluskan daun pandan tersebut sampai hanya tersisa serat- seratnya saja menggunakan cobek,tambahkan air 50 mL, selanjutnya ambil sari daun pandan menggunakan saringan lalu oleskan ke seluruh kulit kepala.
Shampo antiketombe pandan wangi tidak memiliki pengaruh negatif karena tidak menggunakan bahan kimia atau bahan campuran bahan lain.

Saran yang dapat penulis anjurkan bagi pembaca yang ingin mencoba membuat shampo antiketombe pandan wangi adalah:
1.      Daun pandan yang digunakan untuk membuat sampo sebaiknya masih segar dan ukurannya 30 – 50 cm karena jika sudah layu atau berukuran kecil akan mengurangi zat-zat yang terkandung didalamnya.
2.      Sebaiknya membuat shampo pandan wangi untuk sekali pemakaian. Jika lebih dari sekali pemakaian karena sampo daun pandan hanya bertahan untuk tujuh hari saja. Jangan lupa untuk mengaduk shampo yang telah disimpan sebelum dipakai.



DAFTAR PUSTAKA

Dalimartha, Setiawan. (2005). Tanaman Obat di Sekitar Lingkungan. Jakarta. Penerbit Puspa Sehat
NN. (2011). Contoh kajian pustaka skripsi. Diambil tanggal 8 september 2012, dari http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2230513-contoh-kajian-pustaka-skripsi/
NN. (2012). Daun Pandan Wangi Mengobati Lemah Saraf. Diambil tanggal 10 september 2012, dari https://tanamanobattradisionalku.wordpress.com/2012/05/12/daun-pandan-wangi-mengobati-lemah-saraf/
NN. (n.d). Pandan wangi. Diambil tanggal 4 September 2012, dari http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pandan_wangi\
NN. (2011). Pengertian Metode Penelitian. Diambil tanggal 8 september 2012, dari http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2236640-pengertian-metode-penelitian/
NN. (2012). Pengertian Internet Jaringan Komputer. Diambil tanggal 10 september 2012, dari http://www.weblog.web.id/2012/08/pengertian-internet-jaringan-komputer.html?m=/.

NN. (2011). Tips Rambut Sehat: Ketahui 5 Faktor Penyebab Ketombe. Diambil tangal 4 september 2012, dari http://oketips.com/9448/tips-rambut-sehat-ketahui-5-faktor -penyebab-ketombe/
NN. (n.d). Buku. Diambil tanggal 4 september 2012, dari
            http://id.m.wikipedia.org/wiki/buku.
Young. Yim Sook, (2005). Buku Pengetahuan Paling Jorok Sedunia. Jakarta. Penerbit PT Bhuana Ilmu Populer.

 



 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar